Skip to main content

Live on Board: Berlabuh di Pulau Moyo

Live On Board: NTB - Pulau Komodo

#Explore Komodo Day 2




Malam berganti pagi. Perjalanan panjang dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa ternyata memakan waktu yang cukup panjang. Setelah terbiasa dengan gelombong yang menurut kapten kapal cukup besar, destinasi berikutnya yaitu Pulau Moyo. Pulau yang terletak di utara Pulau Sumbawa.  

Pulau Moyo menyimpan pesona yang sangat unik. Pulau Moyo terkenal dengan resort yang menghadap langsung ke laut. Cocok bagi para pejalan yang mencari ketenangan. Wajar saja jika mendiang Lady Diana jatuh cinta dengan pulau ini.

Berlabuhnya saya di Pulau Moyo bukan untuk tinggal di resort mewah tetapi hanya berlabuh sejenak untuk menikmati air terjun Mata Jitu. Air Terjun Mata Jitu merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Pulau Moyo bahkan di Nusa Tenggara Timur.

Jika ada kesempatan untuk jalan-jalan ke Nusa Tenggara Barat, jangan lupa berlabuh ke Pulau Moyo. Wisatawan bisa menikmati dinginnya air terjun Mata Jitu atau menginap di resort mewah Amanwana yang baru-baru ini menjadi destinasi honeymoon Kim Tae Hee dan Rain.




Untuk sampai ke air terjun Mata Jitu, wisatawan harus ke pesisir pantai, kemudian melewati hujan dan berjalan kaki sekitar 10 menit. Sebaiknya barang-barang penting ditinggal di kapal, jika bawa kamera, cukup bawa go pro atau kamera sejenisnya. Karena untuk sampai ke air terjun, selain masuk hutan, juga akan naik beberapa batu besar.

Kalian akan disuguhi dengan aliran air yang pertama, ketika kami datang air sedikit kotor, akhirnya kami memutuskan untuk naik ke atas untuk bermain di kolam batu alami. 

Kalian akan disuruh melewati aliran air ini, karena akan basah sebaiknya jangan membawa sendal. Apalagi batu di sana sangat licin.

Sampai lah kami ke kolam batu, akhirnya kami mandi air bersih. Di sini lah para wisatawan dapat mandi sepuasnya. Karena persediaan air di kapal sangat terjangkau. Hanya untuk minum dan memasak. Di kolam batu semua orang berkumpul untuk mandi, uniknya sudah tersedia tali menjuntai yang digantungkan di ranting pohon untuk bermain lompat-lompatan. Air kolam batu ini ternyata sangat dalam, jadi aman untuk bermain lompat-lompatan. Setiap turis sibuk mengantri untuk mencoba, karena saya tidak punya nyali akhirnya saya mencoba paling terakhir.


Comments

Popular posts from this blog

Live On Board: Pink Beach Yang Menawan

Live On Board: NTB - Pulau Komodo #Explore Komodo Day 3 Jika berlayar ke Kepulauan Komodo, jangan lupa mampir ke Pink Beach. Pantai berpasir pink ini memang terkenal karena keindahan pasirnya yang berbeda dari pantai lainnya. Selain di Kepulauan Komodo, di Lombok juga ada Pink Beach. Namun karena saya belum pernah ke Pink Beach yang ada di Lombok, jadi saya belum bisa membandingkan kedua pantai ini. Pasir pink rasanya belum begitu familiar untuk beberapa orang. Namun keberadaan pasir pink tersebut benar-benar fenomenal.  Warna pink dari pasir berhasil menarik banyak pengunjung untuk datang.  Warna pink dari pasir ini berasal dari hewan berukuran mikroskopis bernama Foraminifera, warna pink ini memberi pigmen merah pada koral. Kemudian serpihan koral tersebut terbawa gelombang ke arah pesisir sehingga menjadi pasir pantai.   Di pantai ini juga terdapat banyak spesies ikan, sehingga aktivitas snorkeling yang dilakukan akan terasa sangat menyenan...

Live On Board: Satonda Yang Magis

Live On Board: NTB - Pulau Komodo #Explore Komodo Day 2 Pulau Satonda di lihat dari atas Tujuan utama perjalanan kali ini memang Komodo. Tapi Pulau Satonda adalah bonus yang sangat manis. Pulau air asin yang indah ini terbentuk dari letusan gunung api purba yang konon katanya lebih tua dari umur Tambora. Pintu gerbang Pulau Satonda Di saat turis lain sibuk ber-snorkeling-ria untuk melihat terumbu karang yang terkenal sangat mempesona disekitarnya. Maka, saya dan Phanie jalan menelusuri Danau Satonda. Jarak kapal ke pantai lumayan jauh, sehingga kami memutuskan untuk menggunakan perahu. Ternyata untuk mencapai danau, kami harus mendaki banyak anak tangga. Panas terik tidak menghalangi kami untuk melihat Pohon Harapan. Apa itu Pohon Harapan? Jadi di sini ada pohon yang dipercaya dapat mengabulkan permohonan dengan menggantungkan apapun yang kita miliki kemudian berdoa. Jadi tidak aneh, jika kita pergi ke sana bany...

Pulau Lemukutan: Tempat Pariwisata Yang Minim Fasilitas

Jika di Sulawesi Utara ada Bunaken, Sulawesi Tenggara ada Wakatobi, Kalimantan Utara ada Derawan, Jawa Tengah ada Karimunjawa, Jakarta ada Kepulauan Seribu, maka di Kalimantan Barat juga ada Lemukutan. Pulau yang terdapat di Bengkayang ini menyimpan keindahan alam yang belum diketahui banyak orang. Selama ini, yang paling banyak dikenal masyarakat adalah Pulau Randayan, pulau berpasir putih tersebut sudah banyak dikunjungi banyak wisatawan. Namun ternyata Randayan punya tetangga yang tidak kalah menariknya, yaitu Lemukutan. Pulau Lemukutan tentu saja menyimpan potensi pariwisata yang dapat menguntungkan, bukan saja untuk masyarakat Bengkayang, Kalimantan Barat secara khusus, namun juga Indonesia secara umum. Pulau Lemukutan memiliki keindahan alam yang sangat menarik. Wisatawan dapat memandang karang yang ada di dasar laut tanpa harus menyelam. Selain itu wisatawan juga dapat menyaksikan indahnya sunset dan sunrise dari pulau tersebut. Namun karena kurangnya promosi dari piha...