Skip to main content

Live On Board: Menikmati Sunset di Pesugihan Lombok

Live On Board: NTB - Kepulauan Komodo


#Explore Komodo Day 1



Menyaksikan Kemegahan Rinjani


Senja di Pesugihan

Setelah membiasakan diri dengan air gelombang, saya memutuskan untuk bangun.  Setelah menahan mual dan pusing tadi siang akhirnya saya minum obat anti mabuk agar tertidur. Di  kabin atas hanya tersisa saya yang belum bangun. Sedangkan yang lainnya sudah menikmati gelombang.

Saya memutuskan ke kabin belakang untuk menikmati sunset. Bagian yang paling saya tunggu setiap melakukan perjalanan, salah satunya sunset dan sunrise. Setiap melihat langit jingga, saya selalu takjub. Betapa luar biasanya ciptaan Tuhan.

Matahari terbenam tepat di balik Rinjani, salah satu gunung favorit saya. Gunung tertinggi di Lombok tersebut terlihat anggun dan menawan. Saya tertegun dan berdoa di dalam hati. Betapa saya bersyukur bisa menikmati keindahan ini.

Setiap orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Entah apa yang ada di dalam hati setiap orang yang sedang bersama saya. Saya penasaran. Saya bangga lahir di negeri ini. Saya tidak pernah menyesal sedikitpun pernah dilahirkan. Diam-diam, saya memperhatikan mimik muka mereka yang sedang takjub dengan keindahan Rinjani. Senyum merekah hadir di bibir manis wisatawan yang sedang berada di kabin belakang bersama saya.


Kapal kami memang sengaja berhenti di Pesugihan, wilayah yang sangat strategis untuk melihat Rinjani dan sunset sore ini. Dari kejauhan, anak buah kapal mengayuh sampan kecil ke arah kapal yang menjual ikan. Dia membeli ikan segar untuk makan malam kami. Di atas kapal, burung berkicau dan berlalu lalang, menari-nari di udara. Menakjubkan. Rasanya ingin melarang matahari untuk pergi. Tapi, hari ini harus berganti besok. Cerita hari ini cukuplah untuk hari ini. Besok akan ada cerita yang lebih menarik.

Comments

Popular posts from this blog

Gunung Mini Bernama Gunung Api Purba Nglanggeran

29-30 Juni 2013.  Gunung yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul merupakan salah satu kawasan alam yang litologinya disusun materi vulkanik tua dan bernilai ilmiah tinggi. Berdasarkan penelitian, gunung api ini merupakan gunung berapi aktif sekitar 60 juta tahun lalu.  “Sebenarnya apa sih yang kita cari? Bukan kah kasur di rumah jauh lebih empuk dari pada mendaki gunung seperti ini?” itu tadi pertanyaan teman saya ketika kami sedang dalam perjalanan mendaki Gunung Api Purba, Nglanggeran. Saya langsung menanggapi, “Karena kita terlalu jenuh pada hidup yang nyaman.” Jawaban saya bukan tanpa alasan, tapi pada kenyataannya itu lah jawaban yang paling tepat. Kami bisa saja jalan-jalan ke tempat yang lebih nyaman dengan medan yang lebih mudah dijangkau bukan dengan mendaki gunung seperti ini. Pendakian yang kami lakukan memang direncanakan secara mendadak yaitu sehari sebelum mendaki. Malamnya kami menyusun rencana dan Sabtu sorenya kami berangkat dari ...

AKU CINTA PADAMU, MANDALAWANGI

Aku cinta padamu, Mandalawangi Sebelum melangkahkan kaki pada pendakian kali ini aku sudah bertanya pada beberapa orang bahkan browsing langsung mengenai Mandalawangi. Ada apa dengan Mandalawangi? Pernah mendengar sosok aktivis bernama Soe Hok Gie? Dia merupakan aktivis mahasiswa pada orde lama. Soe Hok Gie sangat mencintai tempat ini, tempat di mana dia sering mengasingkan diri ketika lelah dengan hiruk pikuk ibu kota. Keindahan dan kedamaian Mandalawangi membuat seorang Soe Hok Gie menciptakan puisi. “Mandalawangi-Pangrango” Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri...

Ancaman dan Peluang Bagi Masyarakat di Pulau Lemukutan

Memiliki potensi pariwisata yang terkenal, Pulau Lemukutan memang layak menjadi salah satu kawasan pariwisata yang diperhitungkan. Pulau yang ditempuh selama 2 jam dari Teluk Suak, Bengkayang, ini layak dijadikan salah satu primadona pariwisata di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu Pulau Lemukutan tidak banyak diketahui, namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyak anak muda yang hobby backpakeran, maka semakin banyak juga wisatawan yang berkunjung. Namun polah wisatawan yang berkunjung kerap kali tidak dapat di toleransi, terutama berhubungan dengan kebersihan. Banyak ditemukan sampah berserakan di wilayah pulau.   Hal ini selain mengganggu keindahan pulau, namun juga dapat mengancam biota laut yang ada di Pulau Lemukutan. Kurangnya kesadaran diri dari wisatawan akan kebersihan lingkungan mengakibatkan keindahan Pulau lemukutan terancam. “Pak, beberapa bulan yang lalu ketika saya berkunjung kemari Pulau Lemukutan masih tampak bersih, namun sekarang banyak sampah berse...