Skip to main content

Senja di Pasir Panjang Palm Beach Singkawang

Dari sekian banyak tempat pariwisata yang ada di Singkawang, Kalimantan Barat, saya tidak mau menyia-nyiakan kaki saya untuk tidak menginjaki pantai. Sebelumnya saya memutuskan melihat senja di Pantai Kijing, namun karena jarak tempuh yang lumayan jauh akhirnya saya memilih ke Palm Beach yang jaraknya terjangkau. Jalan menuju pantai sudah sangat sepi, sudah banyak pengunjung yang memutuskan untuk pulang. Setahu saya untuk masuk ke pantai ini harus membayar 15.000/orang, namun karena sudah mulai malam tidak tampak ada penjaga pintu gerbang. Gratisss! Ya saya masuk secara gratis! Palm Beach terletak 17 km dari pusat Kota Singkawang. Objek wisata ini menawarkan hamparan pasir putih sepanjang 2 km. Dari pantai pengunjung dapat melihat gugusan pulau yang ada di depannya, selain itu fasilitas yang ada di tempat ini sangat mendukung seperti hotel, kolam renang, taman bermain anak, pondok santai tepi pantai, café dan restoran, dll.


Sampai di pantai cukup banyak yang masih bertahan, mungkin mereka ingin melihat senja yang sama seperti yang ingin saya lihat. Masih banyak anak kecil yang mandi dan sekedar berjalan menyusuri pantai bersama orangtua mereka. Pasir yang saya injak tampak sangat bersih. Senja sudah mulai tampak tapi sayangnya senja yang indah tidak muncul, senja kali ini terlihat biasa saja. Namun saya tetap dapat menikmati tempat ini. Dari kejauhan masih banyak anak muda yang berkumpul sekedar bernyanyi bersama, banyak keluarga yang masih menikmati tempat ini. Di sisi kanan pantai terdapat berbagai permainan untuk anak-anak, tentu saja ini menarik perhatian pengunjung terutama orangtua yang membawa anak-anak mereka. Di sisi kiri pantai masih banyak orang-orang berkeliaran, dari kejauhan saya melihat gugusan pulau yang sangat besar. Kedatangan saya ketempat ini benar-benar hanya sebentar dan tanpa berinteraksi dengan orang lain. Benar-benar hanya menikmati senja. Namun sayangnya senja tidak mau dilihat secara gratisan. 









anak-anak yang masih menikmati air pantai 


Di sisi kanan pantai terlihat taman bermain anak


masih tampak kendaraan pribadi yang masih bertahan di pantai


Pintu masuk ke Palm Beach berada tepat di sisi kiri baliho

Comments

Popular posts from this blog

Live On Board: Pink Beach Yang Menawan

Live On Board: NTB - Pulau Komodo #Explore Komodo Day 3 Jika berlayar ke Kepulauan Komodo, jangan lupa mampir ke Pink Beach. Pantai berpasir pink ini memang terkenal karena keindahan pasirnya yang berbeda dari pantai lainnya. Selain di Kepulauan Komodo, di Lombok juga ada Pink Beach. Namun karena saya belum pernah ke Pink Beach yang ada di Lombok, jadi saya belum bisa membandingkan kedua pantai ini. Pasir pink rasanya belum begitu familiar untuk beberapa orang. Namun keberadaan pasir pink tersebut benar-benar fenomenal.  Warna pink dari pasir berhasil menarik banyak pengunjung untuk datang.  Warna pink dari pasir ini berasal dari hewan berukuran mikroskopis bernama Foraminifera, warna pink ini memberi pigmen merah pada koral. Kemudian serpihan koral tersebut terbawa gelombang ke arah pesisir sehingga menjadi pasir pantai.   Di pantai ini juga terdapat banyak spesies ikan, sehingga aktivitas snorkeling yang dilakukan akan terasa sangat menyenan...

Live On Board: Satonda Yang Magis

Live On Board: NTB - Pulau Komodo #Explore Komodo Day 2 Pulau Satonda di lihat dari atas Tujuan utama perjalanan kali ini memang Komodo. Tapi Pulau Satonda adalah bonus yang sangat manis. Pulau air asin yang indah ini terbentuk dari letusan gunung api purba yang konon katanya lebih tua dari umur Tambora. Pintu gerbang Pulau Satonda Di saat turis lain sibuk ber-snorkeling-ria untuk melihat terumbu karang yang terkenal sangat mempesona disekitarnya. Maka, saya dan Phanie jalan menelusuri Danau Satonda. Jarak kapal ke pantai lumayan jauh, sehingga kami memutuskan untuk menggunakan perahu. Ternyata untuk mencapai danau, kami harus mendaki banyak anak tangga. Panas terik tidak menghalangi kami untuk melihat Pohon Harapan. Apa itu Pohon Harapan? Jadi di sini ada pohon yang dipercaya dapat mengabulkan permohonan dengan menggantungkan apapun yang kita miliki kemudian berdoa. Jadi tidak aneh, jika kita pergi ke sana bany...

AKU CINTA PADAMU, MANDALAWANGI

Aku cinta padamu, Mandalawangi Sebelum melangkahkan kaki pada pendakian kali ini aku sudah bertanya pada beberapa orang bahkan browsing langsung mengenai Mandalawangi. Ada apa dengan Mandalawangi? Pernah mendengar sosok aktivis bernama Soe Hok Gie? Dia merupakan aktivis mahasiswa pada orde lama. Soe Hok Gie sangat mencintai tempat ini, tempat di mana dia sering mengasingkan diri ketika lelah dengan hiruk pikuk ibu kota. Keindahan dan kedamaian Mandalawangi membuat seorang Soe Hok Gie menciptakan puisi. “Mandalawangi-Pangrango” Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri...