Skip to main content

BELUM KE JOGJA, KALO BELUM KE BOROBUDUR

Secara geografi, Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia tersebut terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tetapi karena jarak Candi Borobudur  yang sangat dekat dengan Yogyakarta yaitu 40km di sebelah barat laut, banyak turis yang menganggap bahwa Candi Borobudur berada di Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini memiliki pesona yang luar biasa di kalangan para turis baik lokal maupun mancanegara. Candi yang dibangun pada masa wangsa Syailendra ini dapat ditempuh sekitar kurang lebih 2 jam dari kota Jogja. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung transportasi yang paling aman digunakan yaitu kendaraan pribadi, baik itu motor, mobil maupun bus pariwisata. Untuk penginapan, lebih baik turis mencari hotel atau homestay yang murah di wilayah kawasan Malioboro, karena kawasan Malioboro merupakan kawasan yang relative mudah untuk dijangkau. Untuk harga tiket masuk candi.


Berfoto di belakang relief di salah satu sudut bangunan Borobudur

Menganjak bapak yang sedang liburan di Jogja

Masyarakat sekitar Borobudur menjajakan makanan tradisional

Kerajinan tangan yang dijual di emperan Borobudur ini menarik perhatian banyak pengunjung

Untuk masuk ke dalam, wisatawan terlebih dahulu harus mengantri untuk membeli tiket

Jika panas, wisatawan dapat menyewa payung yang nanti akan ditawarkan di pintu masuk

Borobudur selalu penuh dengan ramai pengunjung, baik di awal maupun di akhir pekan

Menyusuri seluruh bagian candi menyihir kita ke abad 800an tepat pada masa pembuatan candi

Salah satu bangunan stupa dari Candi Borobudur

Setiap orang sibuk dengan payung serta kamera di tangan mereka

Stupa utama Candi Borobudur

Bangunan candi yang masih sangat kokoh

Tidak sedikit turis mancanegara yang berkunjung ke Candi Borobudur

Candi Borobudur pernah tercatat sebagai salah satu keajaiban dunia

Anak tangga untuk menyelusuri setiap bagian dari Candi Borobudur

Ketika turun wisatawan akan disambut oleh penjual keliling yang siap mengikuti setiap wisatawan sampai barang jualanan mereka di beli

Comments

Popular posts from this blog

Gunung Mini Bernama Gunung Api Purba Nglanggeran

29-30 Juni 2013.  Gunung yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul merupakan salah satu kawasan alam yang litologinya disusun materi vulkanik tua dan bernilai ilmiah tinggi. Berdasarkan penelitian, gunung api ini merupakan gunung berapi aktif sekitar 60 juta tahun lalu.  “Sebenarnya apa sih yang kita cari? Bukan kah kasur di rumah jauh lebih empuk dari pada mendaki gunung seperti ini?” itu tadi pertanyaan teman saya ketika kami sedang dalam perjalanan mendaki Gunung Api Purba, Nglanggeran. Saya langsung menanggapi, “Karena kita terlalu jenuh pada hidup yang nyaman.” Jawaban saya bukan tanpa alasan, tapi pada kenyataannya itu lah jawaban yang paling tepat. Kami bisa saja jalan-jalan ke tempat yang lebih nyaman dengan medan yang lebih mudah dijangkau bukan dengan mendaki gunung seperti ini. Pendakian yang kami lakukan memang direncanakan secara mendadak yaitu sehari sebelum mendaki. Malamnya kami menyusun rencana dan Sabtu sorenya kami berangkat dari ...

AKU CINTA PADAMU, MANDALAWANGI

Aku cinta padamu, Mandalawangi Sebelum melangkahkan kaki pada pendakian kali ini aku sudah bertanya pada beberapa orang bahkan browsing langsung mengenai Mandalawangi. Ada apa dengan Mandalawangi? Pernah mendengar sosok aktivis bernama Soe Hok Gie? Dia merupakan aktivis mahasiswa pada orde lama. Soe Hok Gie sangat mencintai tempat ini, tempat di mana dia sering mengasingkan diri ketika lelah dengan hiruk pikuk ibu kota. Keindahan dan kedamaian Mandalawangi membuat seorang Soe Hok Gie menciptakan puisi. “Mandalawangi-Pangrango” Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri...

Ancaman dan Peluang Bagi Masyarakat di Pulau Lemukutan

Memiliki potensi pariwisata yang terkenal, Pulau Lemukutan memang layak menjadi salah satu kawasan pariwisata yang diperhitungkan. Pulau yang ditempuh selama 2 jam dari Teluk Suak, Bengkayang, ini layak dijadikan salah satu primadona pariwisata di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu Pulau Lemukutan tidak banyak diketahui, namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyak anak muda yang hobby backpakeran, maka semakin banyak juga wisatawan yang berkunjung. Namun polah wisatawan yang berkunjung kerap kali tidak dapat di toleransi, terutama berhubungan dengan kebersihan. Banyak ditemukan sampah berserakan di wilayah pulau.   Hal ini selain mengganggu keindahan pulau, namun juga dapat mengancam biota laut yang ada di Pulau Lemukutan. Kurangnya kesadaran diri dari wisatawan akan kebersihan lingkungan mengakibatkan keindahan Pulau lemukutan terancam. “Pak, beberapa bulan yang lalu ketika saya berkunjung kemari Pulau Lemukutan masih tampak bersih, namun sekarang banyak sampah berse...