Skip to main content

Nikmatnya Sotong Pangkong Yang Dipangkong-Pangkong


Menginjakkan kaki di kota Khatulistiwa belum terasa lengkap jika belum menikmati kekayaan kulinernya. Salah satu kuliner yang tidak boleh anda lewatkan ketika berkunjung ke kota ini yaitu Sotong Pangkong. Sotong Pangkong identik dengan menu favorit masyarakat Pontianak ketika bulan Ramadhan. Meskipun Bulan Ramadhan telah usai, Anda masih dapat menjumpai beberapa pedagang yang menggunakan gerobak berjualan di sekitar Jalan Merdeka. Olahan cumi kering yang dibakar ini dinamakan Sotong Pangkong yang artinya sotong yang dipukul-pukul, pangkong sendiri merupakan bahasa Pontianak.

“Kasihan ya sotongnya, udah di pukul di makan lagi..” begitu ungkapan seorang anak kecil yang sedang menikmati sotong pangkong bersama keluarganya, tepat di sebelah meja tempat saya duduk. Pengunjung yang datang akan langsung dipersilakan duduk di lesehan. Penasaran..! Itu yang ada dibenak saya. Seperti apakah rasanya sehingga sotong pangkong ini menjadi menu favorit banyak orang. Ternyata keunikan dari hidangan ini yaitu cumi kering yang dibakar di atas arang kemudian di pukul-pukul dengan menggunakan palu. Tujuannya agar sotong yang keras tersebut menjadi empuk.

Sotong Pangkong memiliki cita rasa yang alami sehingga tidak perlu di campur dengan bumbu-bumbu dan tentunya bebas dari bahan pengawet. Sotong Pangkong disajikan dengan beberapa saus, yaitu saus ebi, saus kacang dan saus sambal terasi. Sambal tersebut dibuat dari bahan dasar cabe, gula jawa, cuka makan dan asam jawa. Rasa gurih dan kenyal dari sotong pangkong semakin nikmat jika dilengkapi dengan saos tersebut. Gurih, pedas dan asam seperti itu rasanya. Tentu saja saya menjadi ketagihan.
Pada bulan Ramadhan, Sotong Pangkong dijual dengan kisaran harga Rp 5.000 hingga Rp 20.000 perporsi. Namun harga akan berbeda jika Anda menikmatinya di luar bulan Ramadha, harga menjadi Rp 20.000 – Rp 25.000 berdasarkan ukuran besar kecil sotong. Tentu saja harga ini meningkat karena bahan baku yang sangat mahal. Namun cita rasa unik dari Sotong Pangkong ini memang layak Anda coba ketika berkunjung ke Kota Pontianak. Selamat menikmati.





Sotong Pangkong yang sudah dibakar

Alat yang digunakan untuk membakar sotong

Sotong dengan campuran bumbu kacang


Sotong pangkong yang sudah dikeringkan





Comments

Popular posts from this blog

Gunung Mini Bernama Gunung Api Purba Nglanggeran

29-30 Juni 2013.  Gunung yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul merupakan salah satu kawasan alam yang litologinya disusun materi vulkanik tua dan bernilai ilmiah tinggi. Berdasarkan penelitian, gunung api ini merupakan gunung berapi aktif sekitar 60 juta tahun lalu.  “Sebenarnya apa sih yang kita cari? Bukan kah kasur di rumah jauh lebih empuk dari pada mendaki gunung seperti ini?” itu tadi pertanyaan teman saya ketika kami sedang dalam perjalanan mendaki Gunung Api Purba, Nglanggeran. Saya langsung menanggapi, “Karena kita terlalu jenuh pada hidup yang nyaman.” Jawaban saya bukan tanpa alasan, tapi pada kenyataannya itu lah jawaban yang paling tepat. Kami bisa saja jalan-jalan ke tempat yang lebih nyaman dengan medan yang lebih mudah dijangkau bukan dengan mendaki gunung seperti ini. Pendakian yang kami lakukan memang direncanakan secara mendadak yaitu sehari sebelum mendaki. Malamnya kami menyusun rencana dan Sabtu sorenya kami berangkat dari ...

AKU CINTA PADAMU, MANDALAWANGI

Aku cinta padamu, Mandalawangi Sebelum melangkahkan kaki pada pendakian kali ini aku sudah bertanya pada beberapa orang bahkan browsing langsung mengenai Mandalawangi. Ada apa dengan Mandalawangi? Pernah mendengar sosok aktivis bernama Soe Hok Gie? Dia merupakan aktivis mahasiswa pada orde lama. Soe Hok Gie sangat mencintai tempat ini, tempat di mana dia sering mengasingkan diri ketika lelah dengan hiruk pikuk ibu kota. Keindahan dan kedamaian Mandalawangi membuat seorang Soe Hok Gie menciptakan puisi. “Mandalawangi-Pangrango” Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri...

Ancaman dan Peluang Bagi Masyarakat di Pulau Lemukutan

Memiliki potensi pariwisata yang terkenal, Pulau Lemukutan memang layak menjadi salah satu kawasan pariwisata yang diperhitungkan. Pulau yang ditempuh selama 2 jam dari Teluk Suak, Bengkayang, ini layak dijadikan salah satu primadona pariwisata di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu Pulau Lemukutan tidak banyak diketahui, namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyak anak muda yang hobby backpakeran, maka semakin banyak juga wisatawan yang berkunjung. Namun polah wisatawan yang berkunjung kerap kali tidak dapat di toleransi, terutama berhubungan dengan kebersihan. Banyak ditemukan sampah berserakan di wilayah pulau.   Hal ini selain mengganggu keindahan pulau, namun juga dapat mengancam biota laut yang ada di Pulau Lemukutan. Kurangnya kesadaran diri dari wisatawan akan kebersihan lingkungan mengakibatkan keindahan Pulau lemukutan terancam. “Pak, beberapa bulan yang lalu ketika saya berkunjung kemari Pulau Lemukutan masih tampak bersih, namun sekarang banyak sampah berse...